Apa Kegunaan Fungi Kalsium

Dalam pembahasan bidang tanaman khusus nya dikalangan petani sering di sebutkan tentang fungi kalsium.

Waktu gagal panen ada yang menyebutkan karna kurang fungi kalsium.

Kemudian setelahnya ada lagi yang menyebutkan overdosis fungi kalsium.

Lantas apa sebenarnya fungsi dan kegunaan fungi klasium bagi tanaman/pohon kita?

Fungi Kalsium adalah zat yang dibutuhkan tanaman kita untuk mengurai makanan tumbuhan yang kemudian akan disalurkan keseluruh jaringan tanaman/pohon.

Seperti misal kalau di dapur kita bakal pasti membutuhkan bumbu untuk masakan kita, nah bumbu inilah yang berfungsi sama seperti fungi kalsium.

Kegunaan lain dari fungi kalsium adalah untuk mempercepat proses perkembangan akar tanaman/pohon kita.

Kegunaan Fungi Kalsium


Penyebab Bakal Buah Timun yang Gagal Tumbuh

Hasil panen yang melimpah adalah impian bagi para petani. Tak sedikit banyak cara yang bakal dilakukan petani guna mewujudkan impian tersebut. 

Namun juga tidak sedikit petani yang gagal panen karna buah yang diharapkan tidak tumbuh walaupun daun tanaman lebat.

Berikut beberapa penyebab bakal buah timu  yang gagal berdasarkan hasil pengalaman para petani.

1. Tidak terjadi penyerbukan pada bunga
Karena mungkin anda melakukan penyemprotan pestisida di pagi hari dan bisa jadi ada serangga penyerbuk yang terkena pestisida dan mati, lebih baik penyemprotan pestisida di sore hari. Sedangkan pagi hari bisa kita lakukan penyemprotan obat buah dan kalsium.

2. Over dosis
Maksudnya adalah bisa dari overdosis dari pupuk atau obat spray.
Seperti misal timun anda kena Kutu Kebul terus anda hajar dengan spray tx dengan dosis tinggi dengan niatan mau basmi si kutunya tapi biasanya bakal buah akan gosong. Dan malah jadi anda sendiri tambah rugi.

3. Kekurangan nutrisi, kalsium dan lain-lain.

4. Tanaman terlalu rimbun.
Karna ada sebagian varietas timun yang sulurnya  panjang seperti zatavi,  Jadi jarak penanaman jangan terlalu rapat.

5. Sirkulasi udara
Salah satu penyebab bakal buah timun gagal adalah karna sirkulasi udara yang kurang karna terlalu rimbunnya tanaman serta kurang cahaya dan matahari.

Penyebab Bakal Buah Timun gagal Tumbuh

Penyakit Fusarium atau Layu Fusarium
    Penyakit yang sudah sangat banyak menyebar di kalangan petani-petani kita selama ini dan tidak sedikit yang berusaha menanggulangi dengan zat-zat kimia.

    Hal yang paling mendasar jika kita ingin membasmi/mengatasi suatu penyakit/virus maka kita sebaiknya dan wajib mengenal penyakit dan sumber penyakitnya juga.

    Yang perlu kita ketahui adalah bagaimana sifat lingkungan hidup penyakit ini baru kita bisa menekan penyakit ini berkembang.

   Penyakit ini sangat cepat berkembang dalam kondisi anaerob atau tidak terdapatnya oksigen.

Kemudian apa yang bisa dilakukan pada kondisi seperti ini ?

    Kita sudah sering membahas trik pemberian oksigen dan pembuatan PGPR atau pembuatan MOL.

    Dan juga sudah sering menjelaskan kemampuan bakteri-bakteri tersebut.

    Bakteri-bakteri tersebut juga bersifat menekan pertumbuhan pathogen seperti fusarium.

Kenapa kita tidak memanfaatkan kondisi tersebut ?

    Salah satu sifat dari bakteri yang kita buat adalah sifat aerob maupun anaerobnya dan disitulah kelebihannya.

    Sama juga dengan hama di basmi menggunakan bakteri maka di tanahpun kita gunakans sistem yang sama juga.

    Sebenarnya pembuatan POC dan MOL adalah obat untuk melawan penyakit.

    Dan tugas kita berikutnya adalah bagaimana agar bakteri-bakteri tersebut tetap dapat berkembang biak dengan sehat.

Penyakit Fusarium atau Layu Fusarium | Tanitek


2 Blok Pertanian Indonesia

   Menurut saya setelah melakukan riset serta berhubungan langsung dengan para petani di desa kami Kec. Matesih, Kab. Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, dapat saya simpulkan bahwa pertanian di Indonesia saat ini menjadi dua blok.

1. Petani tradisional.
Jenis petani ini sudah menjadi dua blok juga.


a. Petani tradisional murni yang masih bertahan dengan keyakinan adat. Petani ini jumlahnya tinggal sedikit.

b. Petani tradisional yang berpegang pada tradisi tapi memakai pupuk kimia. Dan inilah yang paling banyak saya temui di desa.


2. Petani modern
   Petani jenis ini melihat segmen pasar secara finansial (untung ruginya). Metode yg dipakai adalah sistematis tanpa memandang musim. Semua di kelola secara modern. 


    Secara umum pertanian kita sudah maju. Tetapi generasi muda anak pak tani lebih banyak memilih tidak menekuni pertanian karena beberapa faktor (gengsi,hasil, waktu)

    Kemudian para PNs (PPL) jarang yang sepenuh hati mendarmakan ilmunya untuk petani. Rata-rata mereka bekerja sesuai statusnya sebagai PNS (kerja dan dapat gaji).

   Tulisan saya ini mengambil fakta di desaku. Di tempat lain saya tidak tahu.


   Semoga para anak pak tani tergerak hatinya untuk memajukan pertanian di daerahnya masing-masing.

Yang jelas dengan tehnik modern tapi ramah lingkungan. 

Marilah kita bertani dengan teknologi. Tanitek.


2 Blok Pertanian Indonesia | Tanitek


Pengertian dan Fungsi PGPR.

    Dalam pembahasan dunia pertanian dikenal berbagai macam bakteri, bakteri baik atau bakteri jahat.

    Bakteri baik yang menguntungkan seperti Lactobacillus sp, Bacillus subtilis, Pseudomonas sp, Salmonella liquefaciens dan Rhizobium leguminosarum.

    Sedangkan bakteri racun bakteri Pseudomonas solanacearum yang menyebabkan layu bakteri dan bakteri Xanthomonas oryzae yang menyebabkan penyakit hawar bakteri.

Lalu apa yang berhubungan dengan PGPR?

    PGPR (Pertumbuhan Tanaman Mempromosikan Rhizobakter) adalah sejenis bakteri yang tumbuh dan berkembang biak lokasi perakaran tanaman.

    Bakteri tersebut secara langsung berkoloni disekeliling daerah perakaran yang mengingatkannya sangat menguntungkan bagi tanaman.

    Bakteri ini memberi keuntungan dalam proses fisiologi tanaman dan pertumbuhan tanaman.
Kelompok Bakteri tersebut disebut PGPR (Plant Growth Mempromosikan Rhizobakteri) atau RPTT (Rhizobakteri Pemacu Tumbuh Tanaman).

    Yang merupakan Kelompok Bakteri agresif yang berada disekitar rizosfir (perakaran) PGPR atau RPTT tidak berlaku secara langsung maupun tidak langsung.

    Pengaruhnya secara langsung adalah kemampuannya menyediakan dan memobilisasi berbagai jenis dan produksi konsentrasi pemacu tumbuh.

    Sementara pengaruh tidak langsungnya adalah kemampuannya bersama-sama dengan berbagai komponen atau metabolit seperti antibiotik.

Berikut adalah beberapa fungsi dan peran dari PGPR atau RPTT:

1. Merangsang pembentukan hormon (ZPT) IAA, auksin, giberelin, sitokinin, etilen dll,
2. Menekankan penyakit tanaman dengan perak yang dihasilkannya (glukanase dan
kitinase),
3. Melarutkan meningkatkan unsur P dalam
tanah,
4. Meningkatkan Mn (Mangan),
5. Melarutkan unsur sulfur (S) dan meningkatkan daya serap tanaman untuk hal-hal tersebut,
6. Meningkatkan daya serap tanaman terhadap unsur- unsur Fe,
7. Meningkatkan nitrogen (N)
8. Menghambat pertumbuhan dan perkembang biakan penyakit perakaran,
9. Menjadi sumber patogen dalam daftar makanan, populasi patogen berkurang,
10. Menghambat proses analitik tanaman dengan cara menghambat produksi etilen (zat yang menyebabkan tanaman cepat tua
dan mati),
11. Meningkatkan populasi bakteri dan cendawan menguntungkan.

    Beberapa bakteri PGPR seperti Bacillus subtilis mampu memproduksi racun yang mampu melawan cendawan patogen.

    PGPR juga mampu meningkatkan kualitas tanaman dengan produksi hormon (ZPT), kemampuan fiksasi N untuk meningkatkan unsur N dalam tanah, dan penghasil osmolit sebagai osmoprotektan pada kondisi kekurangan udara (kekeringan).

    Selain itu salah satu bakteri PGPR yaitu Pseudomonas sp.mampu menghasilkan hormon pemacu dari pertumbuhan tanaman yang dapat meningkatkan berat kering hasil panen jagung mencapai 9%.

    Sementara bakteri PGPR lainnya, yaitu Salmonella liquefaciens yang mampu meningkatkan berat kering jagung mencapai 10% dan Bacteri  Bacillus sp serta meningkatkan berat kering mencapai 7%.

Sekian Makmur Petani Indonesia.

Pengertian dan Fungsi PGPR | Tanitek

Solusi Manjur Timun Berjamur

      Bagi para petani timun, penyakit ini merupakan momok yang sangat mengkhawatirkan. Apalagi diwaktu harga timun mulai melambung. Pasalnya jika timun sudah terinfeksi penyakit ini, timunnya tidak akan laku dijual alias gagal panen.

      Kemudian bagaimana tindakan pencegahan atau penanggulangannya jika sudah terlanjur terserang virus ini?

     Langkah yang paling tepat, langkah dasar, dan paling wajib adalah kita cari tau dulu penyebab utama dari penyakit tersebut. Dengan memperhatikan ciri-ciri fisik yang ada pada tanaman/buah timun yang terinfeksi.

      Sudah jelas untuk timun yang berjamur pasti terlihat ada jamur putih-putih di timun, biasanya disertai dengan daun yang keriting dan buahnya pun ikut keriting. Anda bisa mengecek dibalik daunnya dan biasanya ada Kutu Kebul/Kutu Putih.

      Dan inilah penyebab utama dari Timun Berjamur, Si Kutu Kebul/Kutu Putih ini menghisap nutrisi daun dan kalau Kutu Kebul/Kutu Putih ini terinfeksi virus maka kutu tersebut akan tetap terinfeksi seumur hidupnya, serta akan menularkan ke pohon yang dihisap nutrisinya.

      Solusi yang tepat adalah Anda basmi Kutu Kebul/Kutu Putih nya. Bagaimana membasmi kutunya?

Pertama, bisa disemprot dengan fungi. Biasanya fungisida, Dethane.

Kedua, pakai alika sama marshal 200sc.

Ketiga, pakai Ares atau plenum, sebenernya ini obat wereng tapi cukup manjur untuk Kutu Kebul/Kutu Putih. Jika masih bandel bisa dicampur dengan bako karna baunya tidak disenangi Kutu Kebul/Kutu Putih.

Keempat, lokasinya usahakan jangan terlalu lembab, kurang sinar matahari bisa menjadi salah satu sebab berkembangnya si Kutu Kebul/Kutu Putih.

Sekian, Semoga Makmur Petani Indonesia
Terima kasih

Solusi Manjur Timun Berjamur | Tanitek

Kenali Gejala Penyakit Cabai yang Menguning dan Tidak Berisi


      Banyak petani yang merugi karena cabai yang di tanam tidak tumbuh dan berbuah seperti harapan. Kurangnya ilmu pengetahuan tentang beberapa penyakit/virus yang menyerang cabai bisa menjadi faktor utama. 

      Mungkin penyuluhan dari pemerintah kepada petani dalam mengenal serta mengatasi beberapa penyakit tanaman bisa menjadi solusi agar petani Indonesia supaya lebih mengecilkan resiko rugi gagal panen.
    
    Ada banyak virus yang menyerang cabai, namun jika penangan tepat virus tersebut bisa dikendalikan. Salah satu ciri penyakit yang sering menyerang cabai adalah cabai yang menguning serta tidak berisi di tambah lagi tangkai buahnya lembek. 

      Ada beberapa penanganan yang bisa dilakukan jika cabai memiliki ciri seperti di atas 

Pertama, Cabai terkena Si Raja Kumbang alias lalat buah.

    Cara mengenalinya adalah jika ada bekas suntikan pada buah, lalat buah menyengat pada waktu masih cabainya masih kecil kemudian tinggal nunggu telur yang ada pada cabai dan membuat cabai menguning lalu busuk.

    Cabai yang kuning kita belah jika ada ulat atau belatungnya maka bisa dipastikan terkena lalat buah. 

Kedua,  bisa jadi cabai anda kekurangan Kalsium.

    Lihat gejalanya, jika kuning  di ujung buah dan pangkal buah, serta tidak ditemukan bekas sengatan lalat buah dan belatung bisa jadi karna kekurangan kalsium. 

   Bisa dengan kita spray kalsium nitrat (kalsuim yang cepat diserap tanaman) dan utamakan semprotkan kebagian buah cabainya. 


Sekian, kritik saran serta masukan bisa dikolom komentar.
Terima kasih.

Kenali Gejala Penyakit Cabai yang Menguning dan Tidak Berisi | Tanitek

Inilah Tindakan Tepat jika Cabai Terserang Virus Gemini


       Banyak yang dikeluhkan para petani cabai karna cabai yang ditanam terserang virus gemini. Bingung tanya kesana kemari obatnya apa dan tidak bakal ketemu. Karena jika tanaman cabai Anda sudah terserang virus gemini sudah tidak bisa berkembang normal

       Obat-obat yang banyak dijual di pasaran kebanyakan hanya untuk mencegah bukan mengobati.

       Sampai saat penulis membuat artikel ini belum ditemukan obat yang manjur untuk mengatasi cabai yang sudah terlanjur terserang virus ini.

       Lalu bagaimana jika tanaman cabai Anda sudah terserang virus gemini ini? Berikut penulis berikan tips langkah-langkah yang harus Anda lakukan jika cabai Anda terserang virus gemini berdasarkan pengalaman sesama petani.

       Pertama, jika tanaman cabai Anda masih kecil lebih baik segera cabut ,lalu bunuh vektornya dengan Insektisida berbahan aktif Abamectin setelah itu ganti dengan bibit yang baru.


       Kedua, jika tanaman cabai sudah berukuran sedang segera pangkas tunas-tunas bawah dengan daun-daunnya lalu sisakan yang paling atas atau yang masih normal, kemudian dikocor dengan MAI boleh organik atau kimia. Biasanya jarak 2 minggu pohonnya meninggi, perlu dipahami pohonnya akan tetap tidak normal tetapi cabainya masih lumayan normal walaupun tidak sebagus di pasaran. Ini lebih baik daripada Anda rugi total.

Sekian, kritik saran serta masukkan bisa dikolom komentar.
Terimakasih

Inilah Tindakan Tepat jika Cabai Terserang Virus Gemini | Tanitek


Vektor/carrier adalah pembawa, artinya pembawa virus, yang menularkan virus. 

  Virus itu dibawa oleh serangga/insect, seperti kutu daun, mice, apids, dan lainnya.

  Serangga itu menginfeksi tanaman cabai atau tanaman inang lainnya dengan cara mengisap cairan lalu memasukkan virus ke dalam jaringan tanaman tadi yg terinfeksi.

  Jadi, tindakan preventif alias pencegahan. Dengan menyemprot menggunakan insectisida yang berbahan aktif abamectin. Tapi, masih banyak jenis insektisida dengan bahan aktif yang lain dan merek yg lain pula. Namun, fungsinya relatif sama.

     Tanaman yang sudah terserang virus tidak bisa diobati. Yang bisa dilakukan adalah amputasi bagian tanaman yang terserang virus atau cabut sekalian lalu musnahkan dengan jalan dibakar.

Apa itu Vektor | Tanitek

Perbedaan Pupuk Urea dan ZA

         Menurut pengalaman penulis, dua jenis pupuk ini adalah pupuk yang paling sering digunakan para petani. Hampir disetiap proses pertanian para petani mempercayakan pupuk ini untuk menutrisi tanamannya, namun apa sih perbedaan dari dua pupuk ini?

         Pupuk Urea dan ZA adalah dua jenis pupuk yang di dalamnya sama-sama mengandung nitrogen (N). Pupuk Urea dan ZA sekilas memang sama akan tetapi keduanya memiliki perbedaan yang sangat jelas.

        Sebenarnya mudah kok untuk sekilas mengetahui perbedaannya, tinggal kita lihat di bagian luar kemasan  dari pupuk tersebut tertulis komposisi yang terkandung di dalamnya.

         Salah satu perbedaan yang jelas dari kedua jenis pupuk ini adalah pada persentase unsur nitrogen yang dikandung di dalamnya. Anda bisa melihat tulisan di kemasan bagian depan dari  kedua pupuk tersebut. Jika pupuk Urea mengandung 46% unsur nitrogen, maka pada pupuk ZA kandungan unsur nitrogen hanya mencapai 20,8% atau dibulatkan menjadi 21%. 

         Maksudnya adalah, nilai persentase ini menyatakan bahwa 100 kg pupuk Urea terdapat 46 kg unsur nitrogen, begitu pula pada 100 kg pupuk ZA terdapat 20,8 kg atau 21 kg unsur nitrogen di dalamnya.

         Perbedaan lain dari pupuk Urea dan ZA adalah ada tidaknya kandungan unsur makro lainnya. Pupuk Urea hanya terdiri dari unsur makro nitrogen, sedangkan pupuk ZA juga mengandung unsur makro lainnya seperti belerang atau sulfur (S).

         Umumnya, pupuk Urea berbentuk butiran tidak berdebu, sedangkan pupuk ZA berbentuk kristal. Meskipun kedua jenis pupuk ini mudah larut dalam air, namun pupuk urea cenderung lebih higroskopis dibandingkan dengan pupuk ZA sehingga pupuk Urea lebih cepat menyerap air dari udara.

         Yang sangat perlu Anda perhatikan dalam pemilihan penggunaan kedua jenis pupuk ini adalah dengan menyesuaikan kondisi tanah. Pupuk ZA berpotensi dapat menurunkan pH tanah, sehingga pupuk ZA tidak disarankan untuk digunakan pada tanah dengan tingkat keasaman (pH) rendah. Pupuk ZA juga tidak disarankan dicampur dengan pupuk yang mengandung kapur bebas seperti kalsium sianida dan kalsium amonium nitrat.

         Karakteristik dari varietas tanaman juga sangat penting untuk diperhatikan, misalnya penggunaan pupuk untuk tanaman tebu lebih disarankan menggunakan pupuk ZA dibandingkan pupuk Urea. Ini karena, pupuk ZA tidak memberikan efek penurunan kadar gula atau rendemen. Penggunaan pupuk ZA pada tanaman tebu diberikan untuk mencegah defisiensi belerang.

         Kesimpulan dari perbedaan tersebut, kedua pupuk ini bisa saling menggantikan dalam peranannya. Karena sama-sama mengandung unsur nitrogen, kedua jenis pupuk ini dapat mempercepat pertumbuhan tanaman dan menambah kandungan protein hasil panen. Hanya saja, kandungan sulfur dari pupuk ZA akan berperan juga dalam pengembangan sistem imunitas tanaman yang akan meningkatkan kemampuan tanaman untuk mempertahankan diri dari gangguan hama parasit, penyakit dan kekeringan.

         Dan perlu diketahui juga bahwa, karena pelepasan nutrisinya yang lambat pupuk ZA lebih cocok untuk dijadikan pupuk dasar dibandingkan dengan pupuk Urea.

Sekian dari penulis, jika mungkin ada informasi kritik serta saran bisa dibahas di kolom komentar. Terima kasih.

Perbedaan Pupuk Urea dan ZA